SEJARAH PONDOK PESANTREN DARUL MUJAHIDIN

Awal mulai berdirinya pondok pesantren bermula dari  KH. Ahmad Syadzali,ia adalah pejuang Muhammadiyah yang berasal dari Muntilan yang tergabung dalam Lakskar Hisbullah ketika Clash I tahun 1948. Ia ikut menumpas penjajah Belanda di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Beliau tergabung dalam Bataylion Munawar, Ustadz Syadzali yang lahir  tahun 1923 dalam usia 84 tahun akhirnya mewakafkan diri untuk Muhammadiyah setelah ia pensiun dari Laskar Hisbullah.

Dalam usia senjanya, ia mendirikan Ranting Muhammadiyah Tamanagung II, salah satu Mantan Direktur Pondok Pesantren Al Iman ini akhirnya berinisiasi mendirikan pondok pesantren dengan nama Pondok Pesantren Darul Mujahidin. Darul Mujahidin  merupakan salah satu  Amal Usaha yang saat ini dikelola oleh Muhammadiyah. Nama Darul Mujahidin sendiri berasal pemberian dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu beliau Bapak K.H Ahmad Azhar Basyir. Berdirinya Pondok Pesantren Darul Mujahidin di pelopori  oleh K.H Syadzali serta di dukung oleh beberapa murid dekatnya salah satunya Hadi Nasher,SE yang sekarang menjadi direktur BMT Bima.  Beliau Ustadz Syadzali merupakan tokoh dan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tamanagung II tahun 1977, salah satu pejuang Muhammadiyah yang Aktif dalam Laskar Hisbullah selain itu juga beliau pernah menjadi Direktur Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di “Al Iman” tahun 1953-1980. Beliau mewakafkan tanah seluas 1350 m2 untuk  Proyek pembangunan Pondok Pesantren Darul Mujahidin.

Pembangunan  tersebut di bangun melalui beberapa tahapan. Dimulai dari pembangunan tahap I Pondok Pesantren Daru Mujahidin  yang dikerjakan pada tahun 1990,  serta mulai dirintis, dibuktikan dengan adanya kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an  yang dihadiri oleh masyarakat setempat. Taman Pendidikan Al-Qur’an  (TPQ) Darul Mujahidin berlangsung selama beberapa tahun dan sudah mewisuda santri-santri yang belajar di TPA tersebut. Lokasi Pondok Pesantren Darul Mujahidin juga dijadikan pemindahan MTs Pucungrejo ke kompleks Darul Mujahidin yang sampai saat ini dikenal sebagai MTs Muhammadiyah 1 Muntilan. Pembangunan Gedung Darul Mujahidin  tahap II terealisasi pada tahun  1994 yang dibantu oleh jama’ah pengajian K.H Syadzali.

Pada tahun 1996 pembangunan gedung Darul Mujahidin tahap ke III dilaksanakan. Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Darul Mujahidin  tahap III dihadiri oleh Drs. Hj. Hasyim Affandi, dan jajaran aparat Kecamatan, serta jamaah se – karisedenan Kedu. Selanjutnya tanah wakaf tersebut beliau serahkan kepada Pimpinan Daerah Kabupaten Magelang  dan dikelola sebaik-baiknya oleh  Ranting Tamanagung II dan Pimpinan Cabang Muhamadiyah Kecamatan Muntilan.

Banyak event yang diadakan dengan adanya gedung Darul Mujahidin seperti Pengajian Akbar, Pengajian rutin sabtu pagi, pengajian menyambut bulan suci Ramadhan 1416 H dan wisuda santri-santri TPA Pondok Pesantren Darul Mujahidin. Sampai saat ini Pondok Pesantren Darul Mujahidin menjadi wadah pendidikan  dengan adanya MTs Muhammadiyah 1 Muntilan, TPA, dan yang terus dikembangkan oleh Ranting Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Muntilan. Hingga saat ini Darul Mujahidin Muhammadiyah di pimpinan oleh salah satu Ustadz yang merupakan putra kandung dari beliau Ustadz Syadzali yang merupakan lulusan dari Pondok Pesantren Tarbilayah Mualimin al Islamiyah, dengan di ikutan beberapa lulusan dari Pondok Pesantren salah satunya dari Pondok Pesantren As Salam Surkarta yang saat ini menjadi Istri beliau serta dari lulusan Gontor Putri Darussalam. Dalam menjalankan tugasnya Pondok Pesantren Darul Mujahidin berubah nama dikarenakan pengelolaannya di bawah Muhammadiyah yaitu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Muntilan serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tamanagung II, nama pondok tersebut di imbuhkan kata Muhammadiyah di belakangnya menjadi Darul Mujahidin Muhammadiyah. Sehingga saat ini secara resmi garis koordinasi Pondok Pesantren Darul Mujahidin Muhammadiyah di bawah Pimpina Cabang Muhammadiyah sebagai mandataris dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Di dalam buku ini merupakan buku pegangan yang menjadi acuan pola dasar gerakan Pondok Pesantren Darul Mujahidin Muhammadiyah, dimana memuat Visi dan Misi Pesantren , Struktur kerja ponpes Darul Mujahidin Muhammadiyah Muntilan, aktivitas harian santri (kegiatan/kurikulum). Serta beberapa hal lainnya yang dirasa perlu dan mendesak untuk diterbitkan.