Melihat  Ponpes Tahfidz di Magelang

Melihat Ponpes Tahfidz di Magelang

Pesantren Tahfidz di Magelang adalah pesantren yang mengutamakan pendidikan Aqidah selain di dukung Tahfidzul Quran sebagai penopang pembelajaran di Ponpes. Tidak banyak yang tahu jika pesantren  Tahfidz yang berada di Magelang Jawa Tengah ini memiliki keunikan dan perbedaaan dengan pesantren lainnya.  Oleh karena itu sudah menjadi hal wajib pesantren harus memberikan kontribusi kepada semua lini pendidikan baik akademik maupun non akademik. Untuk itulah Pesantren Tahfidz Darul Mujahidin hadir menjadi salah satu solusi untuk memajukan pendidikan di Indonesia utama di Jawa Tengah

Pada umumnya Pondok Pesantren, mengajarkan mengenai Bahasa Arab maun ilmu Al-Qur’an. Sudah menjadi hal lumrah atau bahkan wajib ada, sebuah Ma’had memberikan kurikulum Tahfidz kepada anak didiknya pada bidang Bahasa Arab dan Al-Qur’an. Namun ada yang berbeda dengan Pesantren Tahfidz di Kabupaten Magelang ini. Proses pembelajarannya tidak melulu menekannya pada aspek kurikulum semata, tetapi juga melihat perkembangan dari santri. Di dalam ma’had atau yang lebih di kenal dengan nama Pondok Pesantren MTS Darul Mujahidin. Biasanya para Santri melewati tahap takhassus, atau pembinaan awal selama tiga bulan. Nah, selama masa ini, santri tidak di perkenankan memegang Al-Qur’an mapun buku-buka lainnya. Selama tahap 3 bulan tersebut mereka di bimbing dan di arahkan untuk dapat memahami dan menerapkan hal-hal dasar yang ada dalam kehidupan seharai hari, yang terkdang kita semua menganggap remeh atau justru kurang memahami ilmu dasar tersebut.Mereka di bombing dan di arahkan  untuk menyelesaikan beberapa hal dasar, di antaranya :

 

  1. Fiqh Ibadah

Hal dasar yang menjadi pembelajaran/dirosah di pesantren adalah Ibadah dasar, yang meliputi fiqh tharah, shalat, dan lainnya yang berkaitan dengan kehidupan harian para santri, dalam proses pembelajaran di pesantren menerapkan Fiqh – fiqh dasar sebagai pondasi utama keseharaian mereka di samping penguatan Aqidah

 

  1. Ilmu dasar Tahsin

Tahsin menjadi  hal dasar yang diterapkan di Pesantren, dalam penerapannya para santri akan di bekali ilmu dasar Tahsin dan kaidah membaca Al-Qur’an selama 3 bulan. Dengan begitu nantinya mereka akan dapat menghafalkan Al-quran dengan cepat dan tepat.

 

  1. Membaca Iqro

Selain ilmu dasar Tahsin, mereka juga di wajibkan melatih kembali bacaaan Iqro’, hal ini di tujukan untuk memperbaiki makhorijul huruf supaya tepat dan tidak mengalami lahn ( kesalahan), baik lahn sir (tersembunyi  maupun jahr (jelas kesalahannya)

 

  1. Paket merawat jenazah ( memandikan, mengkafani, mensolatkan)

Hal yang tidak boleh terlewatkan oleh santri adalah perawatan jenazah. Hal dasar yang terkadang di lewatkan ini, menjadi kunci utama ketika kelak mereka di terjukan di masyarakat. Para santri harus benar-benar menguasai hal tersebut supaya mereka tidak gagap ketika di minta untuk melakukan perawatan jenazah

 

  1. Doa-doa harian

Sama halnya dengan  Ibadah dasar lainnya. Doa-doa harian juga tidak lepas menjadi sasaran inti yang harus di kuasai oleh santri Pesantren Tahfidz di Magelang ini. Tujuannya mereka dapat memaknai , bahwa setiap aktivitas yang di lakukan dapat bernilai ibadah, seperti doa masuk WC, berpakaian, makan,minum susu, naik kapal, bepergian dan lain sebagaianya.

Lima dasar di atas merupakan pondasi awal, bagi para santri untuk dapat melewati tahap Takhasus, namun beban dasar di atas tidak di kerjakan secara mandiri, melainkan melalui pendampingan yang intensif dari para musrif. Masing-masing Santri akan di dampingi oleh satu orang musrif. Disini para musrif bukan hanya pandai dalam mengajarkan dan mendampingi namun juga menganalisa kemampuan dari para santri. Mulai kemampuan membaca santri baru, kemampuan menangkap materi sampai pada hal-hal pribadi yang ingin mereka katakan. Sehingga waktu tiga bulan menjadi terasa cepat dan dapat menuntaskan tugas-tugas mereka yang yang di rasa cukup berat. Selain itu selama masa Takhassus ini, para santri mendapatkan hal-hal baru mengenai materi-materi, yang nantinya mereka dapat melalui para musrif. Sehingga konsep pendidikan di Pesantren Tahfidz ini adalah one man one student. Satu santri satu pendampingan. Dengan begitu di harapkan pemeblajaran di dalam pondok dapat berjalan secara maksimal dan beriringan satu sama lainnya.

Pendampingan Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an berbasis Talaqi.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika selama 3 bulan para santri tidak dapat menyelesaikan lima point di atas?. Tentu Pihak Pondok Pesantren MTS Darul Mujahidin, hadir memberikan solusi kepada para santri yang memang membutuhkan pendampingan khusus. Biasanya santri yang mengalami keterlambatan ini, akan mendapatkan bimbingan metode Talaqi, agar mereka tidak mengalami ketertinggalan. Ma’had Tahfidz yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, mengajarkan metode Talaqi bagi para santri yang belum lulus masa Takhassus selama 3 bulan. Tujuannya agar proses hafalan mereka tidak mengalami ketertinggalan dengan para santri lainnya. Metode Talaqi ini, memanfatkan pendengaran sebagai media utamanya. Mereka akan di minta menirukan apa yang di ucapkan para Musrif, mulai dari bacaan , kata perkata sampai benar dan mirip dengan apa yang di ajarkan. Para Asatidz di Pesantren Tahfidz ini selalu menekankan pendampingan yang terstruktur sesuai dengan kemampuan santri. Semua santri termasuk para santri yang belum lulus, bersama-sama menghafalkan Al-Qur’an mulai dari Juz 30. Semabari menyelesaikan latihan membaca Al-Qur’an. Ma’had Tahfidz Darul Mujahidin, juga memberikan paket pendampingan untuk semua mata pelajaran yang diajarkan kepada mereka.Setiap malam mereka akan di dampingi, mulai dari jadwal pelajaran, tugas harian dari para asatidz/asatidzah, sampai pada mata pelajaran yang sulit sekalipun. Tentunya ini akan menguntungkan para santri untuk dapat berkembang secara bersama-sama.

Nah para Ayah dan Bunda di rumah, mulai hari ini tidak perlu lagi mengkhawatirkan putra-putrinya yang berada di Pondok Pesantren tidak mampu menguasai materi-materi pembelaharan di mts. Karna dengan adanya sistem pendampingan berkala tersebut santri akan mudah menemukan jati diri mereka, serta tidak perlu khawatir mereka akan tertinggal dengan semua materi pemelajaran di Ma’had.

Dengan begitu kuncinya dari Pesantren Tahfidz Darul Mujahidin ini adalah mengutamakan pendampingan santri, yang bukan hanya menyatukan materi pembelajaran, namun juga menyatukan para santri untuk terlibat bersama-sama dalam belajar dan mempelajari bersama tanpa takut mengalami ketertinggalan materi pembelajaran di madrasah.

Kesimpulannya, pesantren memiliki tahapan tersendiri yang di sebut dengan kurikulum yang memuatan aspek kognitif , afektif dan psikomotorik. Ketiganya di Pesantren di atur sedemikian rupa , supaya saling beriringan. Hal-hal paling dasar yang ada di kehidupan kita sehari hari menjadi gerbang awal dalam pembelajaran bagi para santri Tahfidz di Magelang ini, bukan matematikan atau pelajaran lainnya. Melainkan Al-Qur’an dan Ibadah dasar yang di prioritaskan unttuk di kuwasai terlebih dahulu. Dengan begitu di harapkan mereka dapat memahami dan menerapkan ilmu tersebut dalam keseharain mereka di Pesantren maupun di luar pesantren.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *