Inilah Tips Memilih Pesantren Yang Baik

Inilah Tips Memilih Pesantren Yang Baik

Memilih pesantren yang baik adalah alasan bagi sebagaian orang tua untuk mengarahkan putra-putrinya mempelajari Ilmu Agama Islam secara mendalam. Selain itu, pesantren juga sebagai pilihan bagi orang tua agar kelak mereka mampu memilik karakter islam serta berakhlaqul karimah. Cara ini menjadi alternatif bagi sebagaian besar orang tua. Namun sayangnya masih ada sebagian orang tua yang menginginkan putra putrinya ke pesantren dengan alasan nakal. Dengan harapan kenalan mereka akan berkurang karena kedisiplinan di Pesantren yang cukup tinggi.

Namun memilih pesantren, bukan hanya persoalan anak mereka nakal atau tidak memiliki akhlaq yang baik. Melainkan dengan tujuan menyiapkan generasi yang baik sejak sedini mungkin. Tentunya ayah dan bunda menginginkan putra putrinya menjadi hafidz/hafidzah bukan? Nah, oleh karena itu berikut akan kami jabarkan beberapa hal yang patut di perhatikan dalam memilih pesantren yang baik :

  1. Memilih Pesantren bukan berdasarkan Image

Banyak Pesantren yang memiliki rating yang cukup baik, atau luar biasa bagus di mata masyaratkat. Tetapi yang perlu di perhatikan adalah mengenali lebih dalam pesantren tersebut, banyak pondok pesantren tahfidz yang tersebar di Indonesia, terkenal sangat baik, namun karena jumlah santrinya terlalu banyak kurang memperhatikan psikologis para santrinya. Pilihnya pesantren dengan jumlah santri yang tidak terlalu banyak agar putra putri kita mudah di pantau oleh ustadz/ustadzah

 

  1. Pilih Pondok Pesantren yang memiliki musrif yang ulet

Pondok Pesantren tidak lepas dari musrif, karena para musriflah yang mendampingi para santri serta mendampingi pembelajaran mereka di ma’had. Baik dari sebelum tidur hingga bangun tidur, sampai urusan makanpun sangat di perhatiak oleh musrif. Ayah dan Bunda patut memperhatikan calon musrif putra putrinya. Jika di Pesantren tersebut memilik musrif yang telaten, ulet maka hal ini bisa menjadi salah satu indikator Pesantren tersebut baik.

 

  1. Pilih Pondok Pesantren yang modern

Memilih Pondok Pesantren yang modern cukup penting, karena berkaitan dengan kurikulum yang akan menjadikan mereka sebagai calon hafizh, biasanya pesantren yang modern memiliki kurikulum yang utuh artinya tidak memisahkan antara ilmu sains dengan pelajaran pesantren. Atau kita sebut sebagai kurikulum terintegrasi. Ini merupakan ciri-ciri pesantren modern yang memiliki perspkektif sains yang kontemporer.

 

  1. Pilih pesantren yang terjangkau

Memilih madrasah yang memiliki harga yang terjangkau sangat penting sekali, terutama sesuai dengan kantong Ayah dan Bunda. Perlu melihat budget keluarga dalam satu bulan. Jangan sampai hal tersebut berdampak pada pendidikan putra putri kita di Pondok Pesantren.

 

  1. Memilih pesantren yang memisahkan antara putra dan putri

Orang tua patut memerhatikan pemisahan antara santri putra dan putri. Karena di masa masa lulus dari MI biasanya anak –anak mengalami ketertarikan lawan jenis , sehingga di masa ini perlu di perhatikan pergulan antara santri putra dan putri. Selain itu juga melihat aspek kenyamanan putra putri kita.

 

  1. Mengajak anak kita , berkunjung ke area pondok pesantren

Ajaklah anak-anak kita berkungjung ke Pondok Pesantren, agar mereka merasa nyaman dengan lingkungan baru yang akan mereka tinggali. Serta merasa puas dengan pesantren yang akan mereka tuju atau tempati. Di saat berkunjung di pondok pesantren pastikan juga menemui para musrif atau ustadz/ustadzah agar mampu memberikan motivasi maupun menerangkan secara sekilas tentang Pondok Pesantren.

Memberikan motivasi untuk masuk pondok pesantren perlu ditanamkan sejak dini, agar kelak mereka tidak gagap saat telah lulus dari SD/MI. Sehingga ada rasa sukarela yang tumbuh dari dalam diri anak kita sendiri tanpa harus di Paksa.

Kenapa memilih pesantren ?

Kenapa memilih pesantren? Atau Kenapa harus pesantren?. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang fokus memberikan tarbiyah secara konsisten dan terarah. Jika di bandingkan dengan lembaga non pesantren, pondok pesantren memiliki efektifitas dalam hal pengawasan dan pengajaran.  Jika dulu stigma pesantren adalah hanya di tujukan terhadap anak anak nakal. Atau bahkan pesantren eksklusif terhadap ajarannya.

 

Namun dalam perkembangnnya banyak bermunculan pesantren yang modern dengam standar pendidikan yang baik, juga di dukung dengan fasilitas yang modern sehingga mampu  menunjang kemajuan bagi anak-anak kita yang kelak akan masuk pesantren. Sehingga orang tua tidak perlu ambil pusing ketika memilih Pondok Pesantren. Nah untuk lebih jelas berikut kami paparkan alasan anda milih pesantren

 

  1. Pengawasan yang efektif

Jika kita melihat putra/putri kita bermain di rumah, terkadang kita tidak telaten untuk mengawasinya, banyak urusan Ibu mulai dari masak mencuci atau bahkan memberikan mereka android untuk sekedar mengalihkan perhatian mereka. Namun berbeda jika di pesantren, sekalipun hari libur mereka tetap memiliki kegiatan yang bermanfaat seperti memurojaah hafalan Al-Qur’an, Rihlah, maupun kegitan lainnya yang terpantau karena memang di dalam Pondok Pesantren memiliki musrif yang di tugasi untuk mengawasi aktivitas para santri.

 

  1. Kurikulum Islam yang efektif

Jika kita melihat di sekolah formal berlaku sistem full day school, yang memberlakukan pembelajaran hingga sore hari, namun setelah selesai mereka akan kembali ke rumah masing-masing dan sangat bergantung dengan skill orang tua saat mendidik, atau bahkan terkadang setelah  shalat Isya’ mereka bergegas untuk tidur akibat kelelahan dengan pembelajaran di pagi hari.  Berbeda dengan kurikulum pesantren, bentuk kurikulum pondok berlaku 24 jam, artinya kapanpun mereka bisa belajar, dan apabila mereka tidak memahami pelajaran/dirosah di Pesantren akan ada musrif yang senantiasa mendampingi. Bahkan mereka bisa bertanya langsung kepada para Asatidz/Asatidzah langsung karena mereka semua berada di lingkungan pesantren.

 

  1. Menjadi guru bagi keluarganya.

Kelak setelah mereka lulus dari pesantren. Para hafidz/hafidzah akan kembali ke lingkungan paling kecil yaitu keluarga mereka. Keluarga menjadi tempat pertama bagi putra putri kita yang telah lulus dari pesantren, untuk berdakwah atau meluruskan fiqh-fiqh dasar, seperti shalat, puasa, zakat. Juga kelak mereka akan menjadi guru bagi keluarga mereka masing masing, ketika kelak mereka sudah menikah (madrosatu al ula)

 

  1. Memiliki keluarga baru

Lingkungan  baru berarti sahabat baru, persahabat di dalam pesantren bukan hanya sekedar teman melainkan lebih dari sahabat, bahkan bisa seperti kelurga. Bagaimana tidak? Susah maupun senang mereka menjadi satu. Mulai dari bangun tidur hingga terlelap, mulai dari mengantri mandi hingga mengantri makanan, atau sekedar berbagai makanan kecil di kamar. Dari sinilah rasa kekeluargaan dan ukhwah islamiyah terbangun satu sama lainnya.

 

  1. Mengatur rasa ego

Hal ini tidak mudah bagi setiap santri, karena di rumah biasanya mereka mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Tetapi hal tersebut tidak berlaku di pesantren. Santri di ajarkan untuk tidak egois dan peduli dengan sesama. Ketika mereka sakit misalnya, mereka harus empati dan peduli terhadap kawan mereka. Intinya melatih santri untuk memberi, tenggang rasa dan saling mengasihi satu sama lainnya.

 

Baik dari kurikulum, maupun  akhlaq santri sangat di perhatikan di lingkungan Pondok Pesantren, karena hal tersebut menjadi ciri khas dan menjadi kepribadian bagi setiap orang yang masuk ke lingkungan ma’had. Dan pastinya Ilmu Agama mereka akan lebih di terarah jika berada di lingkungan Al-Qur’an.

 

Mengarahkan pesantren yang baik untuk anak

 

Memberi pilihan pesantren yang baik untuk anak adalah suatu yang sangat penting untuk kelangsungan pendidikan putra putri kita kelak.  Memberikan pilihan pesantren A atau Pesantren B harus berdasarkan perhitungan yang tepat . Agar antara kedua orang tua mapun anak ada komunikasi yang beriringan satu sama lainnya. Lalu bagaimana caranya agar tidak perlu melakukan perdebatan memilih pesantren

Jika di awal kita telah belajar memilah pesantren yang tepat, tiba saatnya kita menentukan terlebih dahulu pesantren yang ingin di tuju, fokuskan pada pesantren yang akan kita masuki berdasarkan pertimbangan dari orang tua. Ingat pondok yang di tuju sudah memerhitungkan kemampuan anak-anak kita, jangan samapi ekspektasi kita terlalu tinggi, tanpa melihat psikologis buah hati kita.

Apabila hal tersebut sudah dilakukan, mulailah lakukan dialog yang interaktif, atau  boleh tanyakan kepada mereka pesantren yang menjadi pilihan mereka sendiri. Jika antara orang tua maupun anak memiliki satu tujuan yang sama, maka hal ini memudahkan mereka untuk masuk pesantren yang di dambakan.

Namun apabila ada perbedaan persepsi antara anak dan orang tua, mulailah memberikan pengertian kepada mereka. Melakukan perbandingan tidak menjadi masalah, untuk memperkuat argumen kita, namun cobalah melihat argumen dari anak – anak kita terlebih dahulu. Terbukalah dengan masukan dari anak sendiri,jangan tertutup dengan masukan masukan. Apabila telah terjalin komunikasi dan dialektika yang beriringan maka saatnya orang tua memberikan argument yang jelas tetang Pesantren yang di tujunya kedepan. Lakukan komunikasi efektif tersebut secara temporal dan gunakan bahasa yang mudah di pahami.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah ada pada analisa dari orang tua ,ketika memilih pesantren bagi anak kelak. Perhatikan dengan baik dari sisi lembaga pendidikannya maupun sisi lainnya yang perlu di jadikan pertimbangan. Pesantren yang baik akan membentuk karakter yang bermutu terbentuknya karakter para santri kedepannya. Jangan sampai kurangnya ketelitian orang tua menyebabkan orang tua menyesal di kemudian hari.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *