Melihat Ponpes Tahfidz di Magelang

Pesantren Tahfidz di Magelang adalah pesantren yang mengutamakan pendidikan Aqidah selain di dukung Tahfidzul Quran sebagai penopang pembelajaran di Ponpes. Tidak banyak yang tahu jika pesantren  Tahfidz yang berada di Magelang Jawa Tengah ini memiliki keunikan dan perbedaaan dengan pesantren lainnya.  Oleh karena itu sudah menjadi hal wajib pesantren harus memberikan kontribusi kepada semua lini pendidikan baik akademik maupun non akademik. Untuk itulah Pesantren Tahfidz Darul Mujahidin hadir menjadi salah satu solusi untuk memajukan pendidikan di Indonesia utama di Jawa Tengah

Pada umumnya Pondok Pesantren, mengajarkan mengenai Bahasa Arab maun ilmu Al-Qur’an. Sudah menjadi hal lumrah atau bahkan wajib ada, sebuah Ma’had memberikan kurikulum Tahfidz kepada anak didiknya pada bidang Bahasa Arab dan Al-Qur’an. Namun ada yang berbeda dengan Pesantren Tahfidz di Kabupaten Magelang ini. Proses pembelajarannya tidak melulu menekannya pada aspek kurikulum semata, tetapi juga melihat perkembangan dari santri. Di dalam ma’had atau yang lebih di kenal dengan nama Pondok Pesantren MTS Darul Mujahidin. Biasanya para Santri melewati tahap takhassus, atau pembinaan awal selama tiga bulan. Nah, selama masa ini, santri tidak di perkenankan memegang Al-Qur’an mapun buku-buka lainnya. Selama tahap 3 bulan tersebut mereka di bimbing dan di arahkan untuk dapat memahami dan menerapkan hal-hal dasar yang ada dalam kehidupan seharai hari, yang terkdang kita semua menganggap remeh atau justru kurang memahami ilmu dasar tersebut.Mereka di bombing dan di arahkan  untuk menyelesaikan beberapa hal dasar, di antaranya :

 

  1. Fiqh Ibadah

Hal dasar yang menjadi pembelajaran/dirosah di pesantren adalah Ibadah dasar, yang meliputi fiqh tharah, shalat, dan lainnya yang berkaitan dengan kehidupan harian para santri, dalam proses pembelajaran di pesantren menerapkan Fiqh – fiqh dasar sebagai pondasi utama keseharaian mereka di samping penguatan Aqidah

 

  1. Ilmu dasar Tahsin

Tahsin menjadi  hal dasar yang diterapkan di Pesantren, dalam penerapannya para santri akan di bekali ilmu dasar Tahsin dan kaidah membaca Al-Qur’an selama 3 bulan. Dengan begitu nantinya mereka akan dapat menghafalkan Al-quran dengan cepat dan tepat.

 

  1. Membaca Iqro

Selain ilmu dasar Tahsin, mereka juga di wajibkan melatih kembali bacaaan Iqro’, hal ini di tujukan untuk memperbaiki makhorijul huruf supaya tepat dan tidak mengalami lahn ( kesalahan), baik lahn sir (tersembunyi  maupun jahr (jelas kesalahannya)

 

  1. Paket merawat jenazah ( memandikan, mengkafani, mensolatkan)

Hal yang tidak boleh terlewatkan oleh santri adalah perawatan jenazah. Hal dasar yang terkadang di lewatkan ini, menjadi kunci utama ketika kelak mereka di terjukan di masyarakat. Para santri harus benar-benar menguasai hal tersebut supaya mereka tidak gagap ketika di minta untuk melakukan perawatan jenazah

 

  1. Doa-doa harian

Sama halnya dengan  Ibadah dasar lainnya. Doa-doa harian juga tidak lepas menjadi sasaran inti yang harus di kuasai oleh santri Pesantren Tahfidz di Magelang ini. Tujuannya mereka dapat memaknai , bahwa setiap aktivitas yang di lakukan dapat bernilai ibadah, seperti doa masuk WC, berpakaian, makan,minum susu, naik kapal, bepergian dan lain sebagaianya.

Lima dasar di atas merupakan pondasi awal, bagi para santri untuk dapat melewati tahap Takhasus, namun beban dasar di atas tidak di kerjakan secara mandiri, melainkan melalui pendampingan yang intensif dari para musrif. Masing-masing Santri akan di dampingi oleh satu orang musrif. Disini para musrif bukan hanya pandai dalam mengajarkan dan mendampingi namun juga menganalisa kemampuan dari para santri. Mulai kemampuan membaca santri baru, kemampuan menangkap materi sampai pada hal-hal pribadi yang ingin mereka katakan. Sehingga waktu tiga bulan menjadi terasa cepat dan dapat menuntaskan tugas-tugas mereka yang yang di rasa cukup berat. Selain itu selama masa Takhassus ini, para santri mendapatkan hal-hal baru mengenai materi-materi, yang nantinya mereka dapat melalui para musrif. Sehingga konsep pendidikan di Pesantren Tahfidz ini adalah one man one student. Satu santri satu pendampingan. Dengan begitu di harapkan pemeblajaran di dalam pondok dapat berjalan secara maksimal dan beriringan satu sama lainnya.

Pendampingan Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an berbasis Talaqi.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika selama 3 bulan para santri tidak dapat menyelesaikan lima point di atas?. Tentu Pihak Pondok Pesantren MTS Darul Mujahidin, hadir memberikan solusi kepada para santri yang memang membutuhkan pendampingan khusus. Biasanya santri yang mengalami keterlambatan ini, akan mendapatkan bimbingan metode Talaqi, agar mereka tidak mengalami ketertinggalan. Ma’had Tahfidz yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, mengajarkan metode Talaqi bagi para santri yang belum lulus masa Takhassus selama 3 bulan. Tujuannya agar proses hafalan mereka tidak mengalami ketertinggalan dengan para santri lainnya. Metode Talaqi ini, memanfatkan pendengaran sebagai media utamanya. Mereka akan di minta menirukan apa yang di ucapkan para Musrif, mulai dari bacaan , kata perkata sampai benar dan mirip dengan apa yang di ajarkan. Para Asatidz di Pesantren Tahfidz ini selalu menekankan pendampingan yang terstruktur sesuai dengan kemampuan santri. Semua santri termasuk para santri yang belum lulus, bersama-sama menghafalkan Al-Qur’an mulai dari Juz 30. Semabari menyelesaikan latihan membaca Al-Qur’an. Ma’had Tahfidz Darul Mujahidin, juga memberikan paket pendampingan untuk semua mata pelajaran yang diajarkan kepada mereka.Setiap malam mereka akan di dampingi, mulai dari jadwal pelajaran, tugas harian dari para asatidz/asatidzah, sampai pada mata pelajaran yang sulit sekalipun. Tentunya ini akan menguntungkan para santri untuk dapat berkembang secara bersama-sama.

Nah para Ayah dan Bunda di rumah, mulai hari ini tidak perlu lagi mengkhawatirkan putra-putrinya yang berada di Pondok Pesantren tidak mampu menguasai materi-materi pembelaharan di mts. Karna dengan adanya sistem pendampingan berkala tersebut santri akan mudah menemukan jati diri mereka, serta tidak perlu khawatir mereka akan tertinggal dengan semua materi pemelajaran di Ma’had.

Dengan begitu kuncinya dari Pesantren Tahfidz Darul Mujahidin ini adalah mengutamakan pendampingan santri, yang bukan hanya menyatukan materi pembelajaran, namun juga menyatukan para santri untuk terlibat bersama-sama dalam belajar dan mempelajari bersama tanpa takut mengalami ketertinggalan materi pembelajaran di madrasah.

Kesimpulannya, pesantren memiliki tahapan tersendiri yang di sebut dengan kurikulum yang memuatan aspek kognitif , afektif dan psikomotorik. Ketiganya di Pesantren di atur sedemikian rupa , supaya saling beriringan. Hal-hal paling dasar yang ada di kehidupan kita sehari hari menjadi gerbang awal dalam pembelajaran bagi para santri Tahfidz di Magelang ini, bukan matematikan atau pelajaran lainnya. Melainkan Al-Qur’an dan Ibadah dasar yang di prioritaskan unttuk di kuwasai terlebih dahulu. Dengan begitu di harapkan mereka dapat memahami dan menerapkan ilmu tersebut dalam keseharain mereka di Pesantren maupun di luar pesantren.

 

 

 

Inilah Tips Memilih Pesantren Yang Baik

Memilih pesantren yang baik adalah alasan bagi sebagaian orang tua untuk mengarahkan putra-putrinya mempelajari Ilmu Agama Islam secara mendalam. Selain itu, pesantren juga sebagai pilihan bagi orang tua agar kelak mereka mampu memilik karakter islam serta berakhlaqul karimah. Cara ini menjadi alternatif bagi sebagaian besar orang tua. Namun sayangnya masih ada sebagian orang tua yang menginginkan putra putrinya ke pesantren dengan alasan nakal. Dengan harapan kenalan mereka akan berkurang karena kedisiplinan di Pesantren yang cukup tinggi.

Namun memilih pesantren, bukan hanya persoalan anak mereka nakal atau tidak memiliki akhlaq yang baik. Melainkan dengan tujuan menyiapkan generasi yang baik sejak sedini mungkin. Tentunya ayah dan bunda menginginkan putra putrinya menjadi hafidz/hafidzah bukan? Nah, oleh karena itu berikut akan kami jabarkan beberapa hal yang patut di perhatikan dalam memilih pesantren yang baik :

  1. Memilih Pesantren bukan berdasarkan Image

Banyak Pesantren yang memiliki rating yang cukup baik, atau luar biasa bagus di mata masyaratkat. Tetapi yang perlu di perhatikan adalah mengenali lebih dalam pesantren tersebut, banyak pondok pesantren tahfidz yang tersebar di Indonesia, terkenal sangat baik, namun karena jumlah santrinya terlalu banyak kurang memperhatikan psikologis para santrinya. Pilihnya pesantren dengan jumlah santri yang tidak terlalu banyak agar putra putri kita mudah di pantau oleh ustadz/ustadzah

 

  1. Pilih Pondok Pesantren yang memiliki musrif yang ulet

Pondok Pesantren tidak lepas dari musrif, karena para musriflah yang mendampingi para santri serta mendampingi pembelajaran mereka di ma’had. Baik dari sebelum tidur hingga bangun tidur, sampai urusan makanpun sangat di perhatiak oleh musrif. Ayah dan Bunda patut memperhatikan calon musrif putra putrinya. Jika di Pesantren tersebut memilik musrif yang telaten, ulet maka hal ini bisa menjadi salah satu indikator Pesantren tersebut baik.

 

  1. Pilih Pondok Pesantren yang modern

Memilih Pondok Pesantren yang modern cukup penting, karena berkaitan dengan kurikulum yang akan menjadikan mereka sebagai calon hafizh, biasanya pesantren yang modern memiliki kurikulum yang utuh artinya tidak memisahkan antara ilmu sains dengan pelajaran pesantren. Atau kita sebut sebagai kurikulum terintegrasi. Ini merupakan ciri-ciri pesantren modern yang memiliki perspkektif sains yang kontemporer.

 

  1. Pilih pesantren yang terjangkau

Memilih madrasah yang memiliki harga yang terjangkau sangat penting sekali, terutama sesuai dengan kantong Ayah dan Bunda. Perlu melihat budget keluarga dalam satu bulan. Jangan sampai hal tersebut berdampak pada pendidikan putra putri kita di Pondok Pesantren.

 

  1. Memilih pesantren yang memisahkan antara putra dan putri

Orang tua patut memerhatikan pemisahan antara santri putra dan putri. Karena di masa masa lulus dari MI biasanya anak –anak mengalami ketertarikan lawan jenis , sehingga di masa ini perlu di perhatikan pergulan antara santri putra dan putri. Selain itu juga melihat aspek kenyamanan putra putri kita.

 

  1. Mengajak anak kita , berkunjung ke area pondok pesantren

Ajaklah anak-anak kita berkungjung ke Pondok Pesantren, agar mereka merasa nyaman dengan lingkungan baru yang akan mereka tinggali. Serta merasa puas dengan pesantren yang akan mereka tuju atau tempati. Di saat berkunjung di pondok pesantren pastikan juga menemui para musrif atau ustadz/ustadzah agar mampu memberikan motivasi maupun menerangkan secara sekilas tentang Pondok Pesantren.

Memberikan motivasi untuk masuk pondok pesantren perlu ditanamkan sejak dini, agar kelak mereka tidak gagap saat telah lulus dari SD/MI. Sehingga ada rasa sukarela yang tumbuh dari dalam diri anak kita sendiri tanpa harus di Paksa.

Kenapa memilih pesantren ?

Kenapa memilih pesantren? Atau Kenapa harus pesantren?. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang fokus memberikan tarbiyah secara konsisten dan terarah. Jika di bandingkan dengan lembaga non pesantren, pondok pesantren memiliki efektifitas dalam hal pengawasan dan pengajaran.  Jika dulu stigma pesantren adalah hanya di tujukan terhadap anak anak nakal. Atau bahkan pesantren eksklusif terhadap ajarannya.

 

Namun dalam perkembangnnya banyak bermunculan pesantren yang modern dengam standar pendidikan yang baik, juga di dukung dengan fasilitas yang modern sehingga mampu  menunjang kemajuan bagi anak-anak kita yang kelak akan masuk pesantren. Sehingga orang tua tidak perlu ambil pusing ketika memilih Pondok Pesantren. Nah untuk lebih jelas berikut kami paparkan alasan anda milih pesantren

 

  1. Pengawasan yang efektif

Jika kita melihat putra/putri kita bermain di rumah, terkadang kita tidak telaten untuk mengawasinya, banyak urusan Ibu mulai dari masak mencuci atau bahkan memberikan mereka android untuk sekedar mengalihkan perhatian mereka. Namun berbeda jika di pesantren, sekalipun hari libur mereka tetap memiliki kegiatan yang bermanfaat seperti memurojaah hafalan Al-Qur’an, Rihlah, maupun kegitan lainnya yang terpantau karena memang di dalam Pondok Pesantren memiliki musrif yang di tugasi untuk mengawasi aktivitas para santri.

 

  1. Kurikulum Islam yang efektif

Jika kita melihat di sekolah formal berlaku sistem full day school, yang memberlakukan pembelajaran hingga sore hari, namun setelah selesai mereka akan kembali ke rumah masing-masing dan sangat bergantung dengan skill orang tua saat mendidik, atau bahkan terkadang setelah  shalat Isya’ mereka bergegas untuk tidur akibat kelelahan dengan pembelajaran di pagi hari.  Berbeda dengan kurikulum pesantren, bentuk kurikulum pondok berlaku 24 jam, artinya kapanpun mereka bisa belajar, dan apabila mereka tidak memahami pelajaran/dirosah di Pesantren akan ada musrif yang senantiasa mendampingi. Bahkan mereka bisa bertanya langsung kepada para Asatidz/Asatidzah langsung karena mereka semua berada di lingkungan pesantren.

 

  1. Menjadi guru bagi keluarganya.

Kelak setelah mereka lulus dari pesantren. Para hafidz/hafidzah akan kembali ke lingkungan paling kecil yaitu keluarga mereka. Keluarga menjadi tempat pertama bagi putra putri kita yang telah lulus dari pesantren, untuk berdakwah atau meluruskan fiqh-fiqh dasar, seperti shalat, puasa, zakat. Juga kelak mereka akan menjadi guru bagi keluarga mereka masing masing, ketika kelak mereka sudah menikah (madrosatu al ula)

 

  1. Memiliki keluarga baru

Lingkungan  baru berarti sahabat baru, persahabat di dalam pesantren bukan hanya sekedar teman melainkan lebih dari sahabat, bahkan bisa seperti kelurga. Bagaimana tidak? Susah maupun senang mereka menjadi satu. Mulai dari bangun tidur hingga terlelap, mulai dari mengantri mandi hingga mengantri makanan, atau sekedar berbagai makanan kecil di kamar. Dari sinilah rasa kekeluargaan dan ukhwah islamiyah terbangun satu sama lainnya.

 

  1. Mengatur rasa ego

Hal ini tidak mudah bagi setiap santri, karena di rumah biasanya mereka mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Tetapi hal tersebut tidak berlaku di pesantren. Santri di ajarkan untuk tidak egois dan peduli dengan sesama. Ketika mereka sakit misalnya, mereka harus empati dan peduli terhadap kawan mereka. Intinya melatih santri untuk memberi, tenggang rasa dan saling mengasihi satu sama lainnya.

 

Baik dari kurikulum, maupun  akhlaq santri sangat di perhatikan di lingkungan Pondok Pesantren, karena hal tersebut menjadi ciri khas dan menjadi kepribadian bagi setiap orang yang masuk ke lingkungan ma’had. Dan pastinya Ilmu Agama mereka akan lebih di terarah jika berada di lingkungan Al-Qur’an.

 

Mengarahkan pesantren yang baik untuk anak

 

Memberi pilihan pesantren yang baik untuk anak adalah suatu yang sangat penting untuk kelangsungan pendidikan putra putri kita kelak.  Memberikan pilihan pesantren A atau Pesantren B harus berdasarkan perhitungan yang tepat . Agar antara kedua orang tua mapun anak ada komunikasi yang beriringan satu sama lainnya. Lalu bagaimana caranya agar tidak perlu melakukan perdebatan memilih pesantren

Jika di awal kita telah belajar memilah pesantren yang tepat, tiba saatnya kita menentukan terlebih dahulu pesantren yang ingin di tuju, fokuskan pada pesantren yang akan kita masuki berdasarkan pertimbangan dari orang tua. Ingat pondok yang di tuju sudah memerhitungkan kemampuan anak-anak kita, jangan samapi ekspektasi kita terlalu tinggi, tanpa melihat psikologis buah hati kita.

Apabila hal tersebut sudah dilakukan, mulailah lakukan dialog yang interaktif, atau  boleh tanyakan kepada mereka pesantren yang menjadi pilihan mereka sendiri. Jika antara orang tua maupun anak memiliki satu tujuan yang sama, maka hal ini memudahkan mereka untuk masuk pesantren yang di dambakan.

Namun apabila ada perbedaan persepsi antara anak dan orang tua, mulailah memberikan pengertian kepada mereka. Melakukan perbandingan tidak menjadi masalah, untuk memperkuat argumen kita, namun cobalah melihat argumen dari anak – anak kita terlebih dahulu. Terbukalah dengan masukan dari anak sendiri,jangan tertutup dengan masukan masukan. Apabila telah terjalin komunikasi dan dialektika yang beriringan maka saatnya orang tua memberikan argument yang jelas tetang Pesantren yang di tujunya kedepan. Lakukan komunikasi efektif tersebut secara temporal dan gunakan bahasa yang mudah di pahami.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah ada pada analisa dari orang tua ,ketika memilih pesantren bagi anak kelak. Perhatikan dengan baik dari sisi lembaga pendidikannya maupun sisi lainnya yang perlu di jadikan pertimbangan. Pesantren yang baik akan membentuk karakter yang bermutu terbentuknya karakter para santri kedepannya. Jangan sampai kurangnya ketelitian orang tua menyebabkan orang tua menyesal di kemudian hari.

 

 

 

 

 

Inilah cara mendidik anak menjadi Hafidz Quran

Mendidik anak menjadi Hafidz Quran merupakan cita-cita bagi semua orang tua, di butuhkan proses , dan keuletan di setiap langkahnya, dari waktu di perdengarkan Al-Qur’an  hingga waktu mereka menghafal Al-Qur’an. Proses pemahaman antara anak dan orang tua juga perlu ditanamkan sejak dini. Sehingga nantinya antara orang tua dan putra/putrinya sendiri memiliki korelasi dan saling memahami dengan pembagian waktu menghafal yang di awali dari dalam keluarga.Lingkungan yang paling perlu di kondisikan ialah keluarga. Karena keluarga merupak catur pendidikan yang paling inti

Di tengah arus globalisasi yang begitu pesat, memimpikan generasi yang berakhlaq karimah juha hifzh quran, menjadi tantangan tersendiri. Terlebih tuntutan orang tua untuk menjadikan putra putri mereka pandai dalam  hal akademik maupun non akademik. Alhasil para orang tua memberikan jam tambahan khusus, seperti Les Matematika sepulang dari sekolah maupun di hari-hari lainnya. Mengikuti bimbingan, mulai dari online sampai mendatangkan guru les ke rumah-rumah.Hal tersebut di lakukan sebagian besar orang tua untuk menunjang kecerdasan kognitif putra-putri mereka.Apapun orang tua lakukan untuk menunjang Pendidikan bagi generasi yang cerdas.

Tapi sadarkah Ayah dan Bunda, bahwa hal terkadang kita lakukan, justru menjadi  suatu tekanan yang kelak menjadi bom waktu bagi keluarga kita,  Anak bukan hanya cerdas dalam urusan pendidikan saja, namun juga harus memiliki karakter yang di bangun. Yang lebih spesifik dalam islam itu disebut akhlaq.

Islam membagi menjadi beberapa kategori, di antaranya Akhlaq terhadap Orang Tua, teman sebaya, saudara hingga akhlaq mereka jika kelak menjadi orang yang memiliki jabatan.Maka berlomba lombalah para orang tua untuk membentuk insan yang bukan hanya cerdas secara akademik tatapi juga memiliki karakter yang unggul. Dan akhirnya di berikan program-program ekstra yang diyakini  dapat membentuk karakter mereka. Alhasil anak-anak tersebut terbebani dan makin lelah dengan sistem pendidikan.

Mendidik anak mejadi hafidz sejak dini

 

Mendidik anak menjadi hafidz sejak dalam sejak dini, merupakan hal yang perlu di lakukan supaya Ayah dan Bunda tidak kerepotan jika kelak mereka mulai belajar membaca AL-Qur’an. Di atas kita telah melihat fenomena yang sering terjadi di sekeliling kita, atau bahkan kita sendirilah yang menjadi letihnya dunia Pendidikan yang terus berganti ganti.Sebenarnya di dalam Islam berlaku sistem belajar seumur hidup, yaitu  sejak mereka di lahirkan hingga masuk keliang lahat, artinya proses belajar tersebut tidaklah instan, hanya dalam waktu yang singkat.

Pertanyaannya mulai dari mana mereka harus belajar, jika anda memiliki putra putri yang masih balita, tentu dari sisi orang tua yang harus di mulai. Bangun kebiasaan baik bersama orang tua, mulai dari memberi contoh berbicara sopan, membiasakan melihatorang tuanya berakhlaq santun, membaca Qur’an dan menjauhi atau tidak mengenalkan hal-hal mubah yang justru bisa menyebabkan kerusakan moral bagi para calon generasi Hafizh, Lha kok dari orang tua? Kenapa tidak mengajari anak saja?

Anak kita, melihat kebiasaan yang biasa orang tua lakukakan , karena indera pengelihatan lah yang pertama kali berfungsi pada si buah hati kita, ia akan terbiasa melihat kebiasaan orang tuanya, jika Ayah mereka biasa berlaku kasar, tentu mereka akan mempraktekkan kelakukan yang sama atas dasar kebiasaan orang tuanya. Ambil contoh membaca Al-Qur’an. Anak biasanya akan menghampiri orang tuanya, dan penasaran dengan yang dilakukan orang tua mereka , mulai dari meraba – raba, menganggu, sampai ingin melakukan hal yang sama dengan orang tuanya. Terkadang menyebalkan ya, kektika kita ingin berdua dengan Mushaf, justru si buah hati mengacaukannya dengan cara merebut atau mengganggu di tengah-tengah kita sedang asyik membaca Al-Qur’an.

Tidak usah risau atau merasa terganggu, justru hal itu masa-masa dimana anda sedang memberikan pendidikan kepada mereka untuk mengenalkan rutinitas membaca Kitabullah. Sehingga ada hal-hal dasar yang tidak usah di pertanyakan atau di perintahkan lagi, kelak mereka akan tumbuh dengan kebiasaan baik yang telah kita contohkan.

Rasulullah pun melakuakn hal sama, beliau lebih memilih memberikan suri tauladan ketimbang memberikan perintah tanpa adanya contoh dari diri Rasullah sendiri. Inilah yang disebut konsep madrosatu Al ula. Keluarga menjadi kunci dari segala jenis contoh dan kebiasaan yang baik .

Cara mendidik generasi hafidz

 

Cara mendidik generasi hafidz ialah di mulai dari lingkungan yang baik. Jika putra-putri kita bermain dengan lingkungan yang tidak baik, tentu akan memengaruhi psikoligi anak itu sendiri. Sering kali kita risau melihat anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sulit di atur, dari situlah orang tua mulai menunjukkan taringnya dengan cara memaksa, mulai dari mengaji, belajar, sampai bangun untuk sholat. Wah, kalu sudah seperti ini repot juga ya.Tapi tidak perlu khawatir,berikut akan kami jabarkan.

 

  1. Lingkungan

Anak akan terus berkembang, dan selalu mengalami perubahan emosi, jangan sampai kita berputus asa dengan putra – putri kita hanya karena hal-hal sepele. Mulailah dengan memilihkan mereka lingkungan yang baik, Jika si buah hati masih berusia sekolah dasar, maka pilihannnya adalah, melihat dengan siapa ia bermain. Bangun lingkungan yang menyenangkan sekaligus islami dengan anak kita, buat lingkungan tersebut harmoni dengan tujuan pendidikan yang akan kita tanamkan, yaitu pola pendidikan Islam.

 

Mulai dari lingkungan rumah sampai lingkungan bermain, kenalkan mereka dengan Taman Pendidikan Al-Qur’an, Rumah Tahfidz, yang memilki metode pengajaran yang tidak mengekang tetapi memiliki nilai-nilai tarbiyah di dalamnya. Namun yang perlu di ingat, proses ini tidaklah instan, butuh proses dan waktu, minimal sama dengan anak kita mengenal lingkungan yang tidak baik.

 

Dan yang berikutnya ialah, mulailah dengan memperbaiki diri, dari Orang Tua.Contonhya memberikan tauladan meminta maaf dan memberikan arahan untuk meminta maaf. Hentika cara-cara menyuruh apalagi membentak, justru hal tersebut membuat mereka akan semakin merasa terkakang dab berontak. Lakukan hal tersebut minimal selama 1 bulan, jika  di rasa masih kurang berikan tambahan waktu, serta berikan ruang untuk anak-anak merenungkan kesalahan mereka.

  1. Makanan

Makanan merupakan kunci untuk mendorong tubuh menjadi sehat dan mudah menerima pelajaran, namun bukan hanya di tekankan pada makanan yang bergizi saja .Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Sa’ad,

Perbaikilah makananmu, maka do’amu akan mustajab.”(HR. Thobroni dalam Ash Shoghir.

Kunci makanan yang halal membantu kita membentuk generasi hafidz, tidak perlu menuntut makanan yang mewah untuk keluarga, namun utamakan makanan halal serta baik. Dengan begitu kelaurga akan penuh dengan keberkahan

Nah jika orang tua mau bersabar dalam mendidik baik dari segi makanan maupun lingkungan nantinya merekaakan tumbuh menjadi genarasi yang berkepribadian santun dan Taat kepada Allah.

Mewujudkan anak menjadi hafidz Al-Qur’an

 

Mewujudkan anak menjadi hafidz Qur’an tentu menjadi tujuan utama bagi setiap orang tua. Saatnya orang tua mengenalkan lembaga pendidikan yang kelak akan membimbingnya secara totalitas. Maka mulailah membuat image yang menyenangkan tentang pesantren, jangan di ancam apalagi di paksa, justru mereka semakin ogah untuk masuk pesantren.

Eits…, lha kenapa harus pesantren?

Orang tua juga harus paham, bahwa sampai hari ini, pendidikan berbasis boarding adalah pola pendidikan yang maksimal, kecuali orang tua bisa memastikan putra putrinya aman dari lingkungan yang buruk dan mampu mendidiknya ilmu agama secara masif. Berbeda dengan boarding yang yang lainnya, dalam pesantren pola pendidikan Boarding adalah full dengan Agama Islam. Jadi orang tua juga harus paham, bahwa di dalam ilmu Islam juga terkandung Ilmu Sains maumpun Ilmu-ilmu lainnya.Hebat bukan?

Bukan hanya itu Pesantren juga memberikan pendidikan yang masif tentangan  masalah Adab. Akhlaq sampai masalah-masalah sepele seperti cara masuk kamar mandi.  Dan yang lebih istimewa lagi mereka akan terbiasa berdua dengan Al-Qur’an. Nah ini yang kita tungu tunggu.

Al-Qur’an memiliki segudang keistimewaan, ia mampu melembutkan hati yang sekeras batu menjadi lunak dan mudah memahami. Al-Qur’an juga bisa menjadi obat bagi sakitnya seseorang. Bahkan orang yang tadinya tidak atau kurang santun, apabila ia telah terbiasa berdua dengan AL-Qur’an maka hatinya, sikapnya menjadi lembut dan mudah menerima masukan. Wah luar biasa sekali ya.

Jadi bagai para orang tua, cobalah bentuk insan yang berjiwa Al-Qur’an, bercita – cita menjadi hafidz/hafidzhoh agar kelak mereka mampu mengabdikan diri, bukan hanya kepada Orang Tuanya tetapi juga kepada Allah.

Kesimpulannya ialah catur pendidikan keluarga harus di maksimalkan sebaik mungkin, jika Ayah dan Bunda sudah memiliki konsep yang matang dair catur pendidikan keluarga, nantinya akan lahir generasi Hafidz Quran.

Tips Hafalan Al-Qur’an Ponpes Tahfidz Darul Mujahidin

 

Hafalan Al-Qur’an merupakan pokok atau hulu dari segara ilmu islam. Menghafal menjadi kunci utama untuk dapat menapaki ilmu-ilmu dinul Islam lainnya. Bagaimana tidak, seluruh hulu Ilmu Islam ada pada Kitabullah yaitu Al-Qur’an. Lalu bagaimana Ma’had Tahfidz ini dalam meningkatkan hafalan para santrinya? Dengan kemampuan para santri yang berbeda beda, tentu hal ini membutuhkan terobosa tersendiri. Madrasah Tsanawiyah Darul Mujahidin Muntilan memiliki tips dan trik yang mungkin bisa diadopsi oleh milenial bahkan bagi mereka yang sudah berumur.

  1. Para santri penghafal Al-Qur’an wajib memberikan setoran setiap 2 jam sekali.

Mahad Tahfidz yang terletak di Kabupatena Magelang Jawa Tengah ini, mewajibkan setiap santri untuk melakukan setoran Hafalan setiap dua jam sekali, di anjurkan mereka menyetorkan Hafalan mulai dari setengah muka. Atau jika tidak mampu menyetorkan apa yang telah mereka hafalkan selama 2 jam. Di dalam sistem Pesantren Tahfidz Darul Mujahidin para santri di perbolehkan menyetorkan kepada teman, ataupun musrif dengan syarat bacaan dan hafalan sudah di atas mereka. Dengan begitu akan mempermudah hafalan Al-Qur’an mereka selama di Mahad.

  1. Menghafal dengan sistem panduan dari Pesantren

Ponpes mts darul mujahidin selama proses hafalan, memberikan panduan berupa buku panduan Al-Qur’an, setiap selesai menghafal, para santri menulis apa yang telah mereka hafalkan , dengan begitu para asatidz mahad darul mujahidin akan mengetahui jumlah hafalan yang telah mereka dapatkan selama seharian. Para santri Tahfidz biasanya menyebutkan dengan buku acuan.

  1. Menghafal dengan sistem mendengarkan

Sebagain dari santri ma’had tahfidz mts darul mujahidin muntilan, mengalami ketertinggalan dalam membaca Al-Qur’an, faktornya bermacam-macam. Namun hal itu bukanlah suatu halangan bagi para santri untuk menghafalkan kalamullah yaitu denga sistem mendengarkan, mendengarkan Al-Qur’an bisa dengan dua sistem itu melalui para musrif yang membacakan bacaan ayat terlebih dahulu kemudia para calon hafidz menirukan dan mengulang minimal 10 kali. Atau dengan mendengarkan bacaan qori secara mandiri. Dengan begitu mereka akan mudah menghafalkan dan tidak mengalami ketertinggalan.

  1. Para santri ma’had tahfidz darul mujahidin harus menguasi kosa kata dalam Al-Qur’an

Menguasi disini, bukan berarti semua kata dalam Al-Qur’an, melainkan dengan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an yaitu Surah Al Baqarah. Dalam Surah Al Baqarah mengandung sebagaian besar kosa kata dalam ayat lainnya. Sehingga apabila santri dapat menghafalkan kosa kata dalam Surah Al-Baqarah, tentunya ini akan mempermudah santri Ponpes Darul Mujahidin Muntilan untuk menghafalkan.

  1. Meluruskan niat para santri tahfidz

Niat menjadi hal dasar bagi anak-anak santri di Pesantren mts darul mujahidin untuk menghafalkan, karena dari sinilah kunci untuk apa, untuk siapa, dan di persembahkan untuk siapa hafalan ini. Maka setiap satu minggu sekali diadakan Dars Hayah, yaitu seperti motivasi bagi santri tahfidz di Darul Mujahidin Muntilan agar senantiasa memperbaharui niat mereka. Dengan begitu mereka akan lebih semangat dan fokus dalam hafalan mereka.

Kunci Menghafal Quran dengan kesabaran

Metode atau cara yang di terapkan Ponpes Darul Mujahidin Muntilan, bukanlah proses abal-abal atau tidak memberikan dasar yang kuat. Simak saja sudah hampir 3 kali atau lebih Ma’had darul Mujahidin mampu menorehkan prestasi di level Kabupaten hingga Provinsi,seperti contohnya di perlombaan Tahfidz. Kunci keberhasilan itu ada pada jiwa keuletan dan kesabaran para santri dalam melakukan Hafalan Al-Qur’an. Dengan begitu terbukti sudah, metode yang di terapkan oleh Pesantren Tahfidz Mts Darul Mujahidin Muntilan membuahkan hasil yang terukur. Maka oleh karena itu mulai hari ini, orang tua tidak perlu mengkhawatirkan putra putrinya dalam memilih pesantren, insyaallah dengan bergabung dengan Ma’had Darul Mujahidin Muntilan Magelang akan meningkatkan prestasi anak-anak kelak.

Nah itu tadi adalah sekilas mengenai trik dan tips menghafalkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidz Darul Mujahidin, semoga dengan adanya Pesantren ini, Bapak Ibu orang tua wali bisa mendukung putra putrinya untuk bersama mts Darul Mujahidin mewujudakan hafidz, dan hafidzoh yang mutqin.